JANUARI : Peristiwa APRA di Bandung

24/01/2023


Salah satu hasil dari KMB adalah Belanda akan menarik pasukan KL (Koninklijk Leger) dari Indonesia dan tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger) akan dibubarkan dan dimasukkan ke dalam kesatuan-kesatuan TNI. Hal ini menyebabkan tentara KNIL was-was akan status mereka, ketakutan apabila mereka kelak mendapat hukuman ataupun terkucilkan. Bagaimana mungkin KNIL yang selama periode 1945-1949 berhadapan-hadapan dengan tentara TNI kemudian harus bergabung dengan musuhnya. Situasi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Indonesia meraih kemerdekaan.

Seorang komandan dari kesatuan khusus Depot Speciale Troopen (DST), Kapten Raymond Westerling yang terlibat dalam pembunuhan besar-besaran 40.000 lebih rakyat Sulawesi Selatan, ditugaskan mengacau dengan mengumpulkan para desertir dan anggota KNIL hingga terkumpul sekitar 8.000 orang pasukan. Target operasinya adalah Jakarta dan Bandung.

23 Januari 1950, pasukan yang menamakan diri APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) bergerak dari Cimahi menuju markas Divisi Siliwangi di Jalan Oude Hospitaalweg (sekarang Jalan Lembong). Sepanjang jalan, pasukan APRA menembaki siapapun tentara RI yang dijumpainya. Hingga akhirnya terjadi pertempuran tak seimbang ketika 800 orang pasukan APRA melawan 100 orang tentara RI yang mempertahankan markas Divisi Siliwangi dan menewaskan Letkol Adolf Lembong.

Markas tersebut sekarang menjadi Museum Mandala Wangsit, Bandung.   

Ditulis oleh :