[HARUS KAMU TAHU : 1934, Ahmad Soebardjo Kembali ke Tanah Air]

03/08/2021


Lahir di Karawang, Jawa Barat pada 23 Maret 1896 dengan nama T. Abdul Manaf, sosok Ahmad Soebardjo tidaklah asing dalam sejarah Indonesia khususnya di bidang politik luar negeri dan berperan besar dalam peristiwa menjelang kemerdekaan Indonesia. Setelah menikmati masa kecil di Karawang, kemudian ia bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) pada tahun 1903. Kemudian Soebardjo pun melanjutkan studi ke Hogere Burger School (HBS) Koning Willem pada 1917.

Pada masa sekolah inilah, Soebardjo juga bergaul dengan teman-teman dari berbagai kalangan dan dalam dirinya juga muncul rasa kebencian terhadap Belanda yang kerap membedakan etnis bumiputera dan etnis lainnya. Tidak hanya itu, Soebardjo juga terlibat dalam organisasi Tri Koro Dharmo (Jong Java) dan berkenalan dengan A.A. Maramis dan Nazir Datuk Pamuntjak. Pada 1919, Soebardjo pun berangkat ke Belanda untuk melanjutkan pendidikan hukum di Universitas Leiden. Sambil kuliah, ia juga bergabung dengan Perhimpunan Indonesia sekaligus diangkat sebagai ketua.

Dalam menggalang kekuatan pelajar Indonesia, Soebardjo mengusulkan agar anggota PI menggunakan kopiah dalam setiap rapat atau pertemuan, karena saat itu bangsa Eropa sulit membedakan manakah yang orang Indonesia, Jepang, atau Tionghoa. Selepas lulus dengan gelar Meester in de Rechten (Mr.) pada 1934, Soebardjo kembali ke tanah air dan bekerja sebagai ahli hukum muda bersama Mr Iskaq Tjokrohadisurjo. Pada 1935, ia mendirikan kantor pengacara di Malang dan di tahun yang sama ia berangkat ke Jepang. Dalam kunjungannya, Soebardjo memuji keluarnya Jepang dari Liga Bangsa-Bangsa dan menuju Pan-Asianisme, akan tetapi kunjungannya ke Jepang membuatnya dicurigai pejabat Belanda. 

#HarusKamuTahu #GarisWaktu28Tokoh #Munasprok #ahmadsoebarjo

Ditulis oleh :