[BERBENAH : Sejarah Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih]

09/07/2021


Bendera Merah Putih yang dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan, sudah diketahui bahwa Ibu Fatmawati yang berperan menjahit bendera tsb. Namun terdapat fakta unik dibalik asal muasal kain yang digunakan untuk membuat bendera.

Dalam buku biografi Ibu Fatmawati yang berjudul “Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Volume 1” terbitan 1978, kain tersebut berasal dari pemberian Chairul Basri, seorang perwira Sendenbu (Departemen Propaganda Jepang) yang diperintahkan atasannya, Kolonel Hitoshi Shimizu. Kain tersebut awalnya hendak dibuat pakaian anak. Namun ketika mendengar Hiroshima dan Nagasaki dibom atom, Fatmawati berinisiatif menggunakan kedua kain tersebut untuk dijahit sebagai bendera pusaka untuk dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan. 

Informasi tersebut juga dimuat dalam memoar Chairul Basri yang bertajuk “Apa yang Saya Ingat”. Pada 1978, Hitoshi Shimizu diundang oleh Presiden Soeharto untuk menerima penghargaan karena berjasa meningkatkan hubungan Indonesia-Jepang. Shimizu juga sempat bertemu dengan Chairul dan teman-temannya semasa masa pendudukan Jepang.

Peristiwa pembuatan dan pengibaran Sang Saka Merah Putih itu unik karena hanya terjadi satu kali, tidak bisa diulang (abadi) serta memiliki arti penting dan berdampak luas. Perbedaan penafsiran dari pihak yang terlibat itulah yang menyebabkan adanya versi yang berbeda-beda dari peristiwa ini. Namun, wajib disertai dengan bukti yg valid dan kuat

Materi @rahman.arh
Desain Visual @ombalee
(S-1 Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta)

#BerbenahDiMunasprok

Ditulis oleh :