[BERBENAH : Piringan Hitam Proklamasi]

02/07/2021


Pada masanya, piringan hitam adalah teknologi mutakhir untuk merekam suara (audio). Salah satu koleksi yang dimiliki oleh Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah piringan hitam yang berisi rekaman suara Bung Karno membacakan naskah proklamasi. Piringan hitam dengan merk Lenco, tipe L78 buatan Swiss tersebut merupakan sumbangan koleksi dari Studio Lokananta, Solo.

Pada saat pembacaan Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 hanya ada dokumentasi berupa foto yang diambil oleh Mendoer bersaudara dan tidak ada rekaman suara. Hal itu disebabkan karena kondisi keamanan saat itu yang tidak memungkinkan, mengingat Jepang secara de facto masih memegang pengawasan atas Indonesia walaupun sudah menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. 

Adalah seorang pendiri RRI, Jusuf Ronodipuro yang mendesak Bung Karno pada untuk merekam pembacaan teks tersebut. Niat itu sempat ditentang Bung Karno, karena menganggap peristiwa bersejarah tersebut hanya berlaku satu kali. Setelah dibujuk, akhirnya suara beliau dapat direkam di Studio RRI Jakarta pada 1951. Kemudian, master rekaman dikirimkan ke Studio Lokananta, Solo untuk digandakan dan disebarluaskan ke seluruh Indonesia. 

Materi @anitanaazh
Desain Visual @ombalee
(S-1 Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta)

#BerbenahDiMunasprok

Ditulis oleh :