[HARUS KAMU TAHU : Kongres Taman Siswa I, 13 Agustus 1930]

16/06/2021


Raden Mas (RM) Soewardi Suryaningrat atau lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara adalah tokoh nasional yang dikenal dengan semangat menentang penjajahan melalui bidang pendidikan. Perlawanan melalui pendidikan ini disampaikan oleh Sutartinah yang mengingatkan Soewardi mengenai gagasannya kepada Ahmad Dahlan untuk mendirikan Perguruan Nasional yang tujuannya untuk melatih kaum bumiputera untuk konsisten menentang penjajahan.

R.M. Soewardi akhirnya mendirikan sekolahnya sendiri bernama Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa atau Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di wilayah Pakulaman. Taman Siswa terus berkembang menjadi sebuah perguruan nasional yang memiliki berbagai jenjang pendidikan seperti jenjang pertama serta lanjutan. Taman Siswa tercatat sebagai tonggak awal kebangkitan para pelajar bumiputera untuk semakin menyadarkan mengenai perjuangan melawan penjajahan di Hindia Belanda. 

R.M. Soewardi menjadikan Taman Siswa sebagai perguruan nasional yang independen dan tidak bergantung pada pemerintah kolonial. Ketika pada masa tersebut, setiap instansi pendidikan mendapatkan subsidi pendidikan dari pemerintah kolonial, beliau menolaknya. Baginya, menerima subsidi sama saja bekerjasama dengan pemerintah kolonial. 

Hal tersebut semakin ditegaskan pada Kongres Nasional atau rapat besar umum Taman Siswa yang pertama diadakan pada tanggal 6-13 Agustus 1930 di Perguruan Pusat Taman Siswa di Yogyakarta, yang menegaskan prinsip-prinsip pedoman pendidikan Taman Siswa  yang kemudian dipakai sebagai motto Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) yaitu “Ing ngarso sung tulodo”, “Ing Madya Mangunkarso”, “Tut Wuri Handayani” yang masing-masing memiliki arti “Di depan memberikan contoh”, “Di tengah memberikan semangat”, “Di belakang memberikan dorongan”.

#HarusKamuTahu #GarisWaktu28Tokoh #Munasprok

Ditulis oleh :